Home » , , » Puasa Barometer Kedisiplinan dan Produktivitas Kinerja

Puasa Barometer Kedisiplinan dan Produktivitas Kinerja

Written By suara rakyat on Saturday, June 10, 2017 | 2:26 PM



Brebes, (suararakyattegal.com) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI memandang, Puasa Ramadhan menjadi barometer kedisiplinan dan Produktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena puasa memiliki makna puasa pengendalian diri. Pengendalian diri bagi seorang pegawai, terutama dari sisi kepribadian sehingga berpengaruh bagi diri dan masyarakat yang dilayani.
“Konteks impelemntasi puasa sebagai seorang ASN, bisa menjadi semangat tarbiyah peningkatan disiplin dan kinerja pegawai,” terang Imam Hidayat saat dihubungi NU Online di ruang kerjanya, Jumat (9/6) kemarin.
Kata Imam, seorang yang berpuasa telah diatur harus mampu menahan diri yang diawali dengan imsyak sampai dengan berbuka menjelang Maghrib. Di sini, ada ketentuan waktu yang jelas, antara waktu berangkat kerja dan kapan harus meninggalkan kantor.
Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, Ibadah puasa itu perhitungan pahalanya langsung dari Allah SWT. Sesungguhnya, semua amalan bani adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat hingga 700 kali lipatnya. Allah ta’ala berfirman, ‘Kecuali puasa sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, ia meninggalkan syahwat dan makannya karena aku, maka Aku yang akan membalasnya.’
Dalam kaitan ini, lanjut Imam, ibadah puasa itu ibadah rahasia yang hanya diketahui oleh dirinya dan Allah SWT. Maka sebagai ASN ada upaya pengawasan melekat. Bekerja apapun, tidak karena ada atasan, atau pimpinan harus dijalani. Tidak perlu diperintah kalau memang sudah ada tugas pokok dan fungsinya, lakukan. Yang menjadi ukuran adalah dorongan pribadi bahwa kita menjalankan amanah, melayani umat, jadi kerjakan apa yang menjadi tugas dan kewajiban.
Datangnya bulan Puasa, tidak mengurangi gaji ataupun mengurangi tunjangan kinerja (tukin), maka jangan sampai puasa malah membuat kinerja melemah. Karena alasan ngantuk, cape, tidak bersemangat, takut kehausan dan kelaparan, atau dijadikan alasan datangnya terlambat.
Justru dibulan puasa, sambungnya, semua amal yang baik dilipatgandakan. Bulan barokah, bulan peningkatan kebaikan. Maka bila berkerja dengan ikhlas dan terjadi peningkatan produktivitas maka akan dilipat gandakan pula pahalanya.
Kedisiplinan dan Produktivitas kerja meningkat bukan karena siapa-siapa, tetapi karena lillah, karena Allah SWT.
Semoga saja, puasa tahun ini mendapatkan ridlo-Nya dan ikhlas menjalankannya. Jangan sampai sebaliknya, betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya tersebut, kecuali rasa lapar dan dahaga.
Alasan tidur bae, dengan dalih tidur saja mendapat pahala ini jangan dijadikan pedoman. Imam mangajak, selaku ASN agar menjadi contoh untuk melaksanakan puasa dengan sebaik-baiknya agar laalakum tatakum. Sebab, tidak semua orang yang berpuasa jadi orang takwa, mudah-mudahan ASN puasanya mengantarkan diri menjadi insan yang takwa.
Untuk itu, Pegawai harus tetap menjalankan puasa, karena menilik keberkahan puasa akan mendorong lebih rajin lagi, dengan motivasi dari setiap amal perbuatan akan dilipatgandakan pahalanya. gofar(r)

Share this article :