Home » , , » Proyek Fly Over Kretek Dinilai Lamban

Proyek Fly Over Kretek Dinilai Lamban

Written By suara rakyat on Saturday, July 15, 2017 | 10:24 AM



Paguyangan, (suararakyattegal.com) - Proyek Nasional Flay Over (FO) Kretek yang menelan anggaran sekitar Rp 82,9 Miliyar lebih itu dinilai lamban, sebab tidak sesuai skhedul yang telah direncanakan yaitu bisa selesai menjelang arus mudik lebaran, ternyata rekanan hanya mampu menggarap proyek sebagai jalur darurat saja dalam melancarkan arus lalulintas paska mudik dan balik lebaran. Proyek tersebut rekanan siap merampungkan 100 persen setelah paska lebaran dan pekerjaan pembangunan FO Kretek atau jembatan layang perlintasan sebidang Kereta Api (KA) di Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes kini, dimulai lagi.
Pelaksana lapangan proyek FO Kretek, Banon menjelaskan, jembatan darurat FO di jalan nasional ruas Tegal-Purwokerto tersebut telah dimulai sejak hari Jumat 07/7 kemarin, juga jalur tersebut sementara ditutup untuk semua kendaraan. 

“Mulai hari ini jembatan darurat sudah ditutup sejak pukul 09.00 WIB dan pekerjaan segara dilanjutkan, jelasnya. belum lama ini.  

Lebih lanjut Banon mengatakan, pekerjaan pembangunan FO Kretek kembali dilanjutkan dimulai dari melakukan pembongkaran jembatan bailey. Selama pekerjaan lalu lintas diberlakukan dua arah di kedua sisi, namun sewaktu-waktu jalan dapat ditutup untuk  proses pekerjaan," kata Banon. 

Kaposlantas Bumiayu Aiptu Sus Gundhi Atmiko menerangkan, dengan adanya proyek FO Kretek yang belum rampung pada paska arus mudik dan balik lebaran kemarin untuk lalulintasnya cukup lancar, apalagi nanti kalau kondisi proyek sudah rampung 100 persen pasti akan lebih lancar. Lanjut Sus Gundhi, dirinya menyadari belum rampungnya proyek itu mungkin karena masih banyak kendala yang dihadapi rekanan, mungkin salah satunya lambatnya penanganan maupun  penyelesaian ganti rugi lahan milik warga yang akan digunakan untuk pembangunan proyek.
Padahal proyek tersebut selain bermanfaat bagi rakyat juga lalulintas di jalur selatan bagian barat Jawa Tengah ini selamanya akan berjalan lancar tanpa ada kemacetan disaat paska lebaran seperti terjadi disaat tahun-tahun sebelumnya . Pihaknya berharap, proyek yang sedang diteruskan oleh rekanan tersebut jangan hanya bisa rampung secepatnya saja, namun harus diperhatikan mutu dan kwalitas proyek tersebut jangan asal-asalan, harapnya saat ditemui diruang kerjanya, baru-baru ini.
Ditambahkan Sus Gundhi  kondisi lalulintas yang ada dijalur selatan masih  ada kendala yaitu pada sebidang palang pintu KA di Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, namun menurut info pada tahun anggaran 2018 lokasi tersebut rencana akan dibangun lagi FO oleh Pemerintah pusat, katanya. imam(r)

Share this article :