Home » , , » Staf DPU TR Kota Tegal Tolak Wartawan Dengan Banting Pintu

Staf DPU TR Kota Tegal Tolak Wartawan Dengan Banting Pintu

Written By suara rakyat on Friday, August 18, 2017 | 10:02 AM



Tegal, (suararakyattegal.com) - Salah seorang staf Bidang Cipta Karya (CK) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR) Kota Tegal berinisial RZ diduga menghalangi dan terkesan menantang tugas wartawan. Pasalnya, staf tersebut menolak untuk memberikan nomor hand phone (HP) maupun menyambungkan kepada atasannya bagi wartawan yang hendak konfirmasi/wawancara. Kalau memang mau ketemu sama beliau silakan datang langsung ke sini (kantor _red) dan kalau toh gak sempet ketemu lain waktu bisa ke sini lagi, ucapnya.

Usai perdebatan antara wartawan dari media Kupas Merdeka dan Harian Pelita di ruang lobi kantor CK DPU TR Kota Tegal, staf berinisial RZ tersebut dengan nada keras menyebut namanya sendiri dan dengan sengaja membanting pintu kantor dengan keras ketika rekan wartawan hendak meninggalkan ruangan tersebut.
“Silahkan dihubungi sendiri, saya tidak mau menghubungi maupun memberikan  nomor HP nya (atasannya_red), silahkan catat barangkali lupa nama saya Reza”, ucapnya dengan nada keras sembari membanting pintu, Rabu (16/8) kemarin.

Sementara wartawan Harian Pelita Herdian B usai insiden tersebut, mencoba mengklarifikasikan ke Ka DPU TR Kota Tegal Sugiyanto melalui pesan singkatnya (WA).

“Saya menceritakan kronologis insiden yang baru saja terjadi di kantor DPU TR kepada Kepala DPU TR, dan beliau meminta maaf atas apa yang telah terjadi. Beliau berjanji akan tindak lanjut dengan cara memanggil dan memberi teguran supaya ke depannya bisa bekerjasama dengan baik sama rekan wartawan,” ungkap Herdian kepada suararakyattegal.com, Rabu (16/8) siang, kemarin.

Sisi lain, wartawan Kupas Media Firdaus Andika mengaku, sangat tersinggung dengan insiden tersebut. Secara tidak langsung staf itu telah menghalangi dan menantang profesi wartawan.

“Selama saya berkiprah di dunia wartawan, baru mengalami hal semacam ini. Terus terang saya tersinggung dan tidak terima atas perlakuan staf tersebut terhadap kita. Ini harus ditindaklanjut, karena kalau dibiarkan kapan waktu pasti bakal kejadian lagi,” pungkasnya. tio(r)
Share this article :