Home » , » Warga Klaim Tanah Yang Dibangun Pemdes Galuhtimur

Warga Klaim Tanah Yang Dibangun Pemdes Galuhtimur

Written By suara rakyat on Friday, August 11, 2017 | 11:18 AM



Tonjong,(suararakyattegal.com) - Pemerintahan Desa (Pemdes) Galuhtimur kecamatan Tonjong kabupaten Brebes menggelar musyawarah desa (Musdes) terkait adanya salahseorang warga yang mengklaim lahan tanah seluas 36 M2 yang telah dibangun sebagai kantor pelayanan masyarakat desa setempat Selasa (8/8) kemarin.
Kepala Desa setempat Subandi menjelaskan, diduga asal usulnya pada tahun 1945 oleh pemilikmya dilakukan transaksi jual beli dengan warga bernama almarhum Abdul Khamid tanpa ada sehelai surat apapun sebagai alat pembuktian secara sah, sehingga tidak tertera dibuku besar. Namun  yang tertera adalah masih nama pemilik yang lama dan tanah tersebut sempat ditempati oleh keluarga almarhum Abdul khamid sebagai tempat tinggal. Dan oleh Pemdes ditarik PBBnya, namun pada sekitar tahun 2006 dilakukan klantingan, ternyata tanah tersebut tidak bisa diproses, sehingga status tanah tersebut tanah tak bertuan, ujarnya. 
Lebih lanjut, diakui tidak tahu persis proses pengalihan tanah yang dijadikan bangunan kantor desa tersebut, sedangkan desa dibangun tahun 1970an, katanya. 
Almarhum Abdul Khamid memiliki keturunan bernana H Saefudin (67), yang konon H Saefudin menyakini tanah tersebut hingga sekarang masih milik dari peninggalan orang tuanya dan juga sebagai pengklaim kepemilikan tanah tersebut ke Pemdes, ujarnya.
Musdes ini melibatkan tokoh masyarakat, lembaga setempat dengan menghasilkan musyawarah dan mufakat. Akhirnya dengan musyawarah tersebut pengklaim menyadari dan mengikhlaskan tidak akan mengklaim tanah lagi, dan disepakati bersama pajak bangunan dan bumi (PBB) yang telah disetorkan oleh pihak pengklaim sejak tahun 1945 sampai tahun 2006 hampir sebesar rp 700 ribu dikembalikan kepadanya.
Sementara H.M Yusuf selaku tomas dan mantan kades dua periode memberikan apresiasi kepada pengklaim yang merasa legowo dan mau memahami untuk melepaskan tanahnya guna kepentingan masyarakat, terangnya.
Ketua BPD Galuhtimur  Edi Purwanto mengatakan, Pemdes menggelar Musdes untuk menyesaikan masalah dan merespon  atas permintaan pengklaim yang minta agar PBB dikembalikan. Musdes yang digelar itu sempat bersitegang dan kesimpulanya pengklaim sangat menyadari tidak akan menang manakala menuntut tanpa memiliki bukti apapun. Sebelumnya pihak Pemdes menawarkan kepada yang bersangkutan manakala kurang puas  dipersilahkan untuk menuntut melalui Pengadilan, ucapnya
Kasie Pemdes kecamatan Tonjong, Asno SH yang mewakili Muspika mengungkapkan, hal ini bisa dijadikan pelajaran bagi semua masyarakat agar bisa mengurus surat kepemilikan hak tanah sehingga dikemudian hari tidak timbul masalah waris , ungkapnya. imam(r)



Share this article :