Home » , , » Jalur Bawah Fly Over Kretek Batal Ditutup

Jalur Bawah Fly Over Kretek Batal Ditutup

Written By suara rakyat on Saturday, September 9, 2017 | 10:35 AM



Paguyangan, (suararakyattegal.com) - Sesuai jadwal yang telah direncanakan panutupan  perlintasan Kereta Api (KA) di jalur Kretek, Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, pada hai ini ternyata batal ditutup total alias ditunda . Hal itu setelah dilakukan dialog dan kesepakatan bersama antara perwakilan warga dengan Ditjen Perkeretaapian, beberapa waktu yang lalu.
Kepala Subdirektorat Rekayasa dan Peningkatan Keselamatan Direktorat Keselamatan Perkeretaapian, Ir Yus Rizal MM mengatakan. dari hasil kesepakatan warga menolak dilakukan penutupan perlintasan setelah selesainya pembangunan Flyover di jalan nasional ruas Tegal-Purwokerto. Pasalnya, penutupan jalan yang ada di bawah Flyover ( FO) itu akan berdampak pada perekonomian warga, terutama pedagang di Pasar Grengseng yang ada ditepi bawah jalur FO. Kesepakatan tersebut dibuat tertulis dan ditandatangani oleh warga dan pihak terkait. 
Untuk kepentingan aktifitas warga akan dibuka akses selebar dua meter agar dapat melintas rel KA bagi kendaraan roda dua dan roda empat kecil, angkutan sayur mayur dan sembako untuk akses ke pasar tersebut. Sedangkan petugas penjagaan perlintasan diserahkan kepada swadaya masyarakat dengan kordinator kepala desa Taraban, yang selanjutnya akan diambil alih oleh Pemerintah Daerah Brebes. Untuk petugas penjaga akan segera mendapat pelatihan dan pendampingan oleh PT KAI kata Yus Rizal.
Dijelaskan, kesepakatan tersebut pelaksanaannya akan dievaluasi pada sampai akhir tahun 2017 mendatang. dan selanjutnya akan dibangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau Terowongan Penyeberangan Orang (TPO) oleh Balai Teknik Perkeretaapian sesuai kebutuhan dan anggaran. Setelah JPO/TPO beroperasi maka akan dilakukan penutupan perlintasan secara permanen. 
Sementara Kepala Desa Taraban Imam Mahdi SH mengakui, warganya menolak adanya penutupan total akses jalan yang ada dibawah jalur FO, Setelah adanya kesepakatan bersama dengan pihak PT KAI, akhirnya warga mendapat akses jalan untuk melintas rel KA selebar dua meter. Dengan adanya kesepakan sehingga akan dilakukan penundaan penutupan, dan warga merasa lega yang semula akan melakukan demo besar-besaran manaklala keinginannya tidak akan dipenuhi, katanya.
Menurut pendapat warga apabila jalan bawah ditutup maka menyulitkan pedagang yang akan ke pasar, sebab akses ke pasar untuk membawa dagangan dan juga bagi pengunjung pasar akan sangat kesulitan. Sehingga keinginan warga jalur bawah tetap dapat digunakan terutama untuk akses keluar masuk pasar tanpa harus memutar melalui FO yang juga akan sangat membahayakan, karena rawan kecelakaan lalu lintas. Hal ini warga telah melakukan uji coba setelah FO resmi dibuka dan difungsikan memang sangat membahayakan rawan kecelakaan , ujarnya
Usai ada kesepakatan dan mediasi tersebut, palang pintu KA yang ada di dua sisi jalan langsung dicopot oleh petugas PT KAI yang dihadiri dan disaksikan dari  Wakil Kepala Daop V Purwokerto, Asisten I Setda Brebes, H Athoillah dan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Brebes, H Ahmad Satibi serta Petugas dari Polres Brebes, sehingga berlansung dengan kondusif . imam (r)                                                 

Share this article :