Home » , , » Jembatan Gantung Penyangga Pipa PDAM Terancam Ambruk

Jembatan Gantung Penyangga Pipa PDAM Terancam Ambruk

Written By suara rakyat on Sunday, September 10, 2017 | 6:17 PM



Bumiayu, (suararakyattegal.com) - Jembatan gantung penyangga pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Brebes yang melintas sungai Keruh Desa Penggarutan kecamatan Bumiayu terancam abruk. Akibat derasan banjir sungai beberapa waktu lalu, kini kondisinya memprihatinkan, selain terancam ambruk juga pipa milik PDAM akan mengalami kendala turun dan jatuh ke dasar sungai, sehingga bisa mengakibatkan ratusan pelanggan PDAM tidak teraliri air bersih. Untuk mengantisipasi hal itu terjadi, maka segera dilakukan perbaikan atau penanganan serius oleh Pemda Brebes, Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor IKK PDAM Bumiayu saat ditemui diruang kerjanya Jumat (8/9) kemarin
Kepala kantor IKK PDAM Bumiayu, Suhantris, yang didampingi dua petugas lapangan Ikya dan Nanang mengatakan, kondisi jembatan gantung pipa PDAM panjang keseluruhan 170 Meter dengan ketinggian 5 Meter melintas pada sungai keruh itu sudah termakan usia dan bangunan yang terbuat dari besi itu sudah berkarat dan tidak kokoh lagi, dengan kondisi miring sehinga pipa  PDAM ikut miring dengan menahan beban aliran air bersih dari pusat sumber mata air Tuk Podol, dan saat saat ini mengalami melengkung kebawah dan jatuh kepermukaan air sungai.
Menurutnya, kondisi tersebut akibat tamberangnya bergeser saat terjadi banjir maupun meluapnya air sungai, manakala hal ini tidak segera ditangani maka sarana dan prasarana milik PDAM disaat musim penghujan mendatang dikawatirkan sarana tersebut akan putus dan hanyut terbawa banjirnya sungai. Melihat kondisi seperti ini, sehingga dapat berdampak pada pelayanan terhadap ratusan konsumen PDAM yang berada diwilayah kecamatan Bumiayu bagian timur diantaranya (Dukuh Talok desa Dukuhturi dan Karangturi, Kramat serta Sawangan desa Bumiayu) karena tidak teraliri air bersih dari PDAM.
Lanjutnya, oleh karena itu pihaknya telah mengusulkan keatasanya dan berharap segera ada penanganan dengan dilakukan perbaikan pada saat ini yang sudah memasuki musim kemarau agar memudahkan bagi pekerja untuk memperbaiki, dengan melihat kondisi tersebut pihaknya telah mengirim laporan keatasanya untuk mendapat perhatian serius, katanya.
Sementara Direktur PDAM Brebes Karmai Widiastuti SE melalui Kepala Bagian (Kabag) Tekhnik, Muflikhin ST mengakui keprihatinan  kondisi jembatan pipa PDAM tersebut yang perlu mendapat perhatian serius karena akan berdampak pada pelayanan konsumen, untuk perbaikan akan menelan dana sekitar Rp 200 Juta, dan pihaknya telah menerima laporan maupun  usulan dari IKK PDAM Bumiayu tentang pengajuan perbaikan tersebut yang nanti akan diteruskan usulannya  ke Pemda Brebes agar dapat segera direalisasikan, ungkap dia saat dikonfirmasi melalui Hand Phone (WA) kemarin.
Lebih lanjut dikatakan Muflikhin, pentingnya masalah pelayan kepada konsumen PDAM maupun masyarakat yang membutuhkan air bersih secara prima manakala proyek Tuk Uleg rampung dan sudah beroperasi, rencananya di Bumiayu akan diusulkan dibagunkan lagi sebuah sarana jembatan jaringan pipa yang melintas pada sungai keruh untuk kebutuhan masyarakat akan air bersih dijalur tengah, sehingga kebutuhan masyarakat nantinya dapat tercukupi semua tanpa ada giliran mengalirnya air dari PDAM. Dengan upaya tersebut sehingga PDAM Brebes dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat akan berjalan secara maksimal ungkap dia.imam(r)

Share this article :