Home » , , » Kebutuhan Air Digilir, Dua Desa Pelanggan PDAM Mengeluh

Kebutuhan Air Digilir, Dua Desa Pelanggan PDAM Mengeluh

Written By suara rakyat on Friday, September 15, 2017 | 7:07 PM



Bumiayu, (Suararakyattegal.com) - Pelanggan air bersih PDAM didua desa (Bumiayu dan Dukuhturi) kecamatan Bumiayu kabupaten Brebes, yang tercatat 3000 pelanggan sebagian besar  mengeluh, pasalnya air yang keluar dari kran mengalir secara bergilir. Mereka mengharapkan kebutuhan air bersih terpenuhi dan bisa mengalir disetiap saat.
Ifung Purwati salahseorang pelanggan air bersih PDAM asal Karangturi desa Bumiayu mengeluhkan, dirinya semenjak awal menjadi pelanggan  selalu merasa disibukan harus bangun ditengah malam untuk menunggu air bersih keluar untuk kebutuhan sehari hari seperti mandi, mencuci dan memasak. Oleh karena itu pihaknya miminta kepada PDAM dapat memenuhi kebutuhan pelangannya, agar air tidak lagi mengalir pada tengah malam, ujarnya saat dikonfirmasi tentang bagaimana pelayanan PDAM selama ini. Kamis (15/9) kemarin.
Hal yang sama dikatakan Rohim pelanggan dari desa Dukuhturi, pihaknya setiap hari juga disibukan mencari ember untuk menampung air bersih saat mengalir dimalam hari untuk kebutuhan keluarganya.
Kepala IKK Bumiayu Suhatris mengakui, kondisi para pelanggan yang ada di dua desa selama ini dibenarkan bahwa air bersih PDAM yang mengalir kewilayah itu dilakukan secara bergiliran. Sistem bergiliran itu dibagi menjadi dua yaitu ada yang mengalir pada siang hari dan juga dimalam hari. Hal tersebut dilakukan karena debit air dari Tuk Podol yang kurang maksimal yang disuplay kepelanggan dibeberapa wilayah termasuk sarana prasarana yang belum dibenahi. Oleh karena itu, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat khusus pelanggan, pihaknya telah mengusulkan ke Pemda Brebes melalui atasanya dalam satu paket selain memperbaiki jaringan jembatan pipa yang nyaris ambruk di sungai keruh juga mengusulkan jaringan pipa sipon yang untuk ditanam didasar sungai keruh sepanjang 4,5 Kilometer dari mata air Tuk Bulakan.
Lanjutnya, hal demikian dilakukan untuk mensuplay kebutuhan air didua desa itu, sehingga pelanggan didua desa tersebut tidak lagi dalam satu jaringan pipa yang berada diatas permukaan sungai yang hanya bersumber dari Tuk Podol saja. Sehingga semua pelanggan bisa memenuhi kebutuhkan air bersih PDAM pada setiap saat. Dan diharapkan usulan satu paket ini bisa direalisasikan sesegera mungkin guna memberikan pelayanan secara optimal, ujarnya.
Dijelaskan dengan pemisahan jaringan pipa tersebut merupakan ide gagasan yang dilakukan oleh tiga orang petugas tekhnik yang ada di PDAM Bumiayu. Dengan adanya pemisahan tersebut sehingga akan mewujudkan pelayanan secara maksimal bagi pelanggan di dua wilayah desa itu biar bisa lancar. Selain untuk memenuhi kebutuhan air di dua desa itu, Tuk Bulakan  juga mampu untuk penambahan suplai air bersih kepelanggan baru. Menanggapi beberapa keluhan dari pelanggan pihaknya tetap dan siap menerima usulan maupun kritikan dari pelanggan demi kemajuan dan pelayanan PDAM, karena pihaknya saat ini sedang melakukan proses pembenahan, jelasnya.
Sementara salahseorang aktifis LSM Wawan mengatakan, pelayanan PDAM di Bumiayu selama ini belum memuaskan pelanggannya, hal itu dilihat dari masih adanya keluhan-keluhan pelanggan. Setelah mendengar penjelasan dari pihak PDAM, pihaknya juga menyambut baik serta mendukung penuh dengan adanya terobosan upaya PDAM untuk melakukan pembenahan yang lebih mengoptimalkan pelayanan terhadap pelanggan, seperti hal menarik jaringan pipa sipon dari tuk bulakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan didua desa yang saat ini mengalami suplay airnya digilir, katanya. imam(r)

Share this article :