Brebes, (suararakyattegal.com) - Bulan Muharram, menjadi
bulan bagi anak yatim maupun piatu. Sehingga saat Muharram tiba, alangkah
indahnya bila kita saling berbagi kepada mereka yang terlahir ke bumi dengan
nasib yang kurang beruntung akibat orang tuanya dipanggil terlebih dahulu oleh
Allah SWT untuk menghadap-Nya.
Demikian disampaikan Kepala SMA N 1
Bulakamba Achmad Fatawi saat halaqoh dan santunan anak yatim halaman sekolah,
Sabtu (30/9) kemarin.
Fatawi menilai, anak-anak yatim menjadi
tugas kita untuk menyantuni bahkan kalau bisa memeliharanya di rumah kita
sebagai pengganti ayah ibundanya yang telah tiada.
Dalam kesempatan tersebut, Fatawi
menyerahkan santunan kepada 45 anak didiknya yang kebetulan menyandang predikat
sebagai anak yatim maupun piatu atau yatim piatu. “Masing-masing anak mendapatkan
Rp 150 ribu. Walau tak seberapa, namun itu sebagai bentuk kepedulian dan kasih
sayang dari gurunya,” tutur Fatawi.
Uang santunan, lanjutnya, merupakan
jimpitan dari para guru sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada anak
didiknya, yang secara sukarela para
guru memberikan santunan.
Fatawi juga menegaskan, para anak yatim
mendapatkan pembebasan dari iuran sekolah. “Mereka bisa sekolah saja, sungguh
nikmat yang luar biasa untuk itu kita harus mensuport terus agar tidak putus
sekolah,” ungkapnya.
Peringatan Muharraman SMA N 1 Bulakamba,
selain santuan anak yatim juga digelar do’a
awal dan akhir tahun pada 1 Muharram silam. Selanjutnya pembacaan surat yasin
di kelas masing masing yang dikomando dari sentral speaker dengan didampingi
para guru yang mengajar pada jam tersebut.
Acara terakhir, diisi dengan halaqah
Muharram oleh Sekretaris FKUB Akrom Jangka Daosat yang dihadiri seluruh siswa. gofar(r)