Home » , , , » Pemkab Brebes Genjot IPM Dan Kemiskinan Biar Tidak Tertinggal

Pemkab Brebes Genjot IPM Dan Kemiskinan Biar Tidak Tertinggal

Written By suara rakyat on Sunday, October 15, 2017 | 8:15 AM

Bantarkawung,(suararakyattegal.com) - Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, menggenjot angka IPM dan kemiskinan, pasalnya posisi IPM di kabupaten Brebes masih tertinggal jauh dengan urutan terbawah se Jawa Tengah. Melihat kondisi tersebut telah menjadi tugas pekerjaan rumah yang harus dirampungkan oleh kepala daerah menuju IPM kabupaten Brebes 5 tahun kedepan dapat mencapai posisi urutan teratas. Hal ini terkuak dalam acara Rapat Kordinasi Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) di Aula Pendopo kecamatan Bantarkawung, belum lama ini.

Kepala Baperlitbangda Brebes DR Drs Angkatno SH  M.Pd memaparkan, IPM kabupaten Brebes saat ini baru bisa naik peringkat satu digit saja maka mulai dari  sekarang harus segera diperbaiki dan melakuan pergerakan percepatan diantaranya dibidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi yang merupakan indikatornya. Sehingga dengan dilakukan GKB ini, kabupaten Brebes dapat berubah untuk  dapat memenuhi kebutuhan investor asing yang akan memerlukan tenaga kerja dengan membuka perusahaan di kabupaten Brebes.

Menurutnya kabupaten Brebes saat ini sudah mulai dilirik oleh investor asing maupun investor nasional pasalnya wilayah kabupaten Brebes dinilai  memiliki potensi dan strategis yang bisa dijual oleh investor  dengan keberadaan jalur tol jarak tempuh Ibukota ke kabupaten Brebes hanya ditempuh singkat 4 jam, berdirinya Bandara Internasional di Majalengka Jawa Barat, Brebes diapit oleh dua pelabuhan Cirebon dan Tegal, Brebes memiliki lahan luas dan penduduk maupun tenaga kerja terbanyak,  tenaga kerja Brebes dinilai tekun dan rajin, investor bisa menjangkau dalam memberikan upah kerja karena upah minimal kabupaten(UMK) Brebes masih rendah yaitu Rp 1,4 juta selain itu Pemerintahannya sangat kondusif dan
aman.

Hal yang sama disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH sudah ada 35 investor asing maupun investor nasional yang telah mendaftarkan untuk membuka perusahaan di Brebes, pihaknya meminta investor agar menggunakan tenaga kerja pribumi sebanyak 60 persen. Maka untuk mewujudkan hal tersebut pihaknya mulai saat ini terus dilakukan dan menggejot IPM dengan melakukan rapat kordinasi GKB disetiap wilayah kecamatan yang ada agar anak Brebes didorong untuk bisa menempuh ilmu disekolah formil maupun non formil, hingga tamat tingkat SLTA untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada perusahaan yang akan didirikan di kabupaten Brebes, katanya.

Lebih lanjut Bupati berharap GKB ini dapat didukung sepenuhnya oleh semua pihak dan sebagai tanggung jawab bersama terutama bagi pemangku jabatan publik, ujarnya.

Sementara acara kordinator GKB putaran  terakhir dilakukan di kecamatan Bantarkawung dihadiri selain Bupati Brebes, Ka Baperlitbangda, Kabag Penangulangan Kemiskinan Setda, Staf ahli Bidang Pengembangan SDM, Kabag Bidang Sosial Budaya, Jajaran Dinas Pendidikan dan Olah Raga, Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Brebes, Muspika, Ka UPTD Pendidikan dan Olah Raga, Kepala Sekolah SD hingga SLTA Swasta maupun Negeri, Kepada Desa dan Tokoh Masyarakat se Kecamatan Bantarkawung. imam(r)   
Share this article :