Home » » Siswa SDN 01 Cikuya Dapat Wawasan Kebangsaan Dari Satgas TMMD

Siswa SDN 01 Cikuya Dapat Wawasan Kebangsaan Dari Satgas TMMD

Written By suara rakyat on Tuesday, October 10, 2017 | 9:34 AM

Brebes,(suararakyattegal.com)- KegiatanTMMD ke-100 di Desa Cikuya di hari Jumat ini sudah memasuki hari kesepuluh, banyak kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh anggota Satgas TMMD baik secara fisik maupun non fisik, seperti halnya wawasan kebangsaan yang dilakukan oleh Serma Rudi kepada siswa SDN 1 Desa Cikuya, Jumat (06/10/2017 ).
Siswa-siswi SDN 1 Desa Cikuya memiliki posisi strategis dalam membentuk dasar-dasar mental dan perilaku generasi muda bangsa. Usia seperti ini tentunya sangat penting diberikan bekal wawasan kebangsaan yang memadai untuk mewarnai perjalanannya meraih cita-cita dimasa yang akan datang. Dengan alasan tersebut, siswa SD juga perlu diberi materi tentang wawasan kebangsaan.
“Sesuai dengan levelnya, tentu pemberian wawasan tersebut harus disesuaikan dengan keadaan usia. Sehingga bisa mudah dicerna, dipahami dan dimengerti untuk dilaksanakan dalam kehidupan,” Kata Serma Rudi saat mendatangi SDN 1 Desa Cikuya Kec.Banjarharjo disela-sela pelaksaan TMMD ke-100 di Desa Cikuya.
Rudi mengatakan, pemberian pembekalan wawasan kebangsaan kepada siswa-siswi SD materinya disesuaikan dengan kemampuan daya pikir anak setingkat SD / MI. Yaitu, dengan pola mengajak kembali untuk mengingat nama-nama para pahlawan nasional serta perjuangannya.
“Selain itu bisa juga dengan menyanyikan lagu-lagu nasional, penanaman nilai-nilai saling menghormati, kesetiakawanan, dan sopan santun. Selain itu juga bisa dengan giat belajar sebagai bagian dari perjuangan adik-adik siswa-siswi Sekolah Dasar,” jelasnya.
Menurut Rudi, dengan penyampaian materi kebangsaan, diharapkan tumbuh rasa bela negara, rasa cinta Tanah Air dan berwawasan kebangsaan. Nantinya, siswa dapat menjadi generasi yang berkompeten dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia berpesan kepada siswa-siswi agar selalu rajin belajar, berlaku sopan kepada orang tua, guru dan kepada siapapun juga.
“Saya minta kepada para siswa untuk mengurangi waktu bermain. Waktunya digantikan pada kegiatan-kegiatan yang bermanfaat antara lain mengaji, belajar sore dan membantu orang tua,” ujarnya. Har(r)
Share this article :