Home » , » Bupati Brebes Adakan Rapat Koordinasi Antisipasi Bencana

Bupati Brebes Adakan Rapat Koordinasi Antisipasi Bencana

Written By suara rakyat on Wednesday, November 15, 2017 | 10:54 PM

Brebes,(suararakyattegal.com) - Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengajak warga masyarakat Brebes untuk bersikap dan bersifat ramah terhadap alam. Pasalnya, keramahan yang diperbuat manusia akan terhindar diri dari bencana alam.
Perilaku bijak dan ramah, akan mendatangkan barokah bukan musibah, demikian disampaikan Bupati saat rapat koordinasi antisipasi bencana banjir, tanah longsor dan angin di Kabupaten Brebes tahun 2017/2018, di Gedung Korpri Jalan MT Haryono Brebes, Selasa (15/11).
Idza berharap, seluruh warga masyarakat dengan kerendahan hati bisa menyikapi alam secara baik. Jangan sampai merusak hutan, membuang sampah sembarangan ataupun perbuatan merusak alam lainnya.
Bencana bisa terjadi karena ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab, ujarnya.
Kepada seluruh jajaran terkait, dari TNI, Polri, BPBD, Relawan, Camat, Kepala Desa dan segenap masyarakat juga diharapkan untuk siap siaga dalam mengantisipasi bencana alam. Pengalaman terburuk pada Februari 2017 berupa banjir yang diakibatkan jebolnya tanggul Kali Pemali menjadi pelajaran berharga, sehingga mengajak kita untuk terus waspada.
"Mari kita bersama bekerja mengantisipasi kemungkinan terburuk, berupa bencana banjir, tanah longsor maupun angin", ajaknya.
Idza juga mengaku gembira dengan langkah Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah yang tengah memperbaiki saluran irigasi di Brebes dengan dana hingga lebih dari Rp 200 milyar.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes Eko Andalas Muchti menjelaskan, rakor dikandung maksud sebagai upaya dini mengantisipasi terjadinya banjir, tanah longsor dan angin. Karena diprediksi sesuai data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim hujan terjadi hingga Februari 2018.
Dirinya juga melaporkan, hingga 31 Oktober 2017 telah terjadi bencana sebanyak 184 kali kejadian. Diantaranya, banjir 44 kali, 63 tanah longsor, 35 kebakaran, 23 kekeringan dan 19 kali bencana alam lainnya.
Dalam rakor tersebut, antara lain membahas tentang penyusunan peta rawan bencana, sosialisasi kebencanaan, identifikasi daerah rawan bencana, menyiapkan logpal dan bahan banjiran, pendirian posko siaga bencana, gelar peralatan, pelatihan relawan, pembentukan resque BPBD, pelatihan water resque dan lain-lain. tio(r)
Share this article :