Home » , , » Proyek Pembangunan Jembatan Plompong Anggaran 10,8 Milyar Indikasi Molor

Proyek Pembangunan Jembatan Plompong Anggaran 10,8 Milyar Indikasi Molor

Written By suara rakyat on Wednesday, November 29, 2017 | 12:09 PM

Sirampog,(suararakyattegal.com) - Pembangunan Jembatan Plompong penghubung utama Desa Plompong Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes indikasi molor, pasalnya terhambat kondisi cuaca dan medan. Hingga empat bulan berjalan pembangunan dinilai oleh pemerintah desa setempat pengerjaannya sangat lamban, sebab baru mencapai kurang dari 20 persen bahkan sampai batas waktu yang ditentukan pembangunan tersebut diprediksi tidak bisa memenuhi target rampung 100 persen, demikian disampaikan  kepala desa setempat Fatoni yang selalu memantau pembagunan jembatan tersebut saat ditemui diruang kerjanya, belum lama ini. 
Dari sumber yang diperoleh jembatan Plompong yang melintas di atas sungai Keruh  sebagai pengganti jembatan yang lama yang juga merupakan jalur penghubung utama bagi Desa Plompong menuju pusat ibukota kecamatan dengan jumlah penduduk mencapai 12 ribu Kepala Keluarga (KK) lebih. Jembatan Plompong sudah beberapa kali dibangun dan beberapa kali pula mengalami kerusakan bahkan putus akibat bencana alam, baik tergerus arus sungai maupun pergerakan tanah. 
Sedangkan Pembangunan jembatan Plompong seperti tertulis di papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, yang dikerjakan PT Somba Hasbo dengan menelan biaya sebesar Rp 10,8 Milyar dari APBD 2017 Propinsi Jateng dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender.
Sementara Rizal Abdillah, pelaksana lapangan pembangunan jembatan Plompong menjelaskan, saat ini progres baru mencapai 20persen dan target akhir bulan ini harus bisa menyelesaikan pekerjaan untuk mencapai progres 30 persen.
Menurutnya, seiring  mulai datangnya musim hujan telah menyebabkan turap pekerjaan terhambat. Sumuran yang sebelumnya hampir selesai harus digali ulang akibat longsor.
Tambahnya, akibat hujan yang turun kondisi tanah semakin labil terutama di bagian utara. Akibat hujan pula arus sungai harus dialihkan untuk membuat tatakan pemasangan bentangan jembatan. Pihaknya tetap optimis pekerjaan akan berjalan sesuai rencana. 
Pekerjaan akan semakin mudah setelah mencapai 50 persen atau selesai pembuatan abodmen dan turap. Oleh karena itu Jembatan sepanjang 80 meter dan lebar 6 meter akan makin cepat pekerjaannya setelah bagian bawah selesai, kata Rizal. imam(r)

Share this article :