Home » , , » Tahlil dan Doa Bersama Mengenang 40 Hari Korban Longsor

Tahlil dan Doa Bersama Mengenang 40 Hari Korban Longsor

Written By suara rakyat on Wednesday, April 4, 2018 | 3:05 PM

Brebes, (suararakyattegal.com),- Memperingati 40 hari terjadinya bencana longsor di desa Pasirpanjang Salem digelar Tahlil dan Doa bersama. Tahlil diikuti ratusan warga Salem bersama Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, dan pejabat lainnya di masjid Jami Nurul Huda Desa Pasirpanjang, Salem, Senin (2/4) kemarin.
Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Salem KH Cholid Nawawi menjadi imam tahlil, doa bersama dan tausiyah. Dalam tausiyahnya, Kiai Cholid mengingatkan bahwa rejeki, jodoh dan maut menjadi kehendak mutlak Allah SWT dan selalu menjadi rahasia.
Seperti kematian, tiada yang berkehendak tetapi itu kepastian yang semua mahluk bakal mengalaminya. Untuk itu atas segala musibah yang menimpa diri kita harus diambil hikmahnya. Namun sebagai manusia boleh meminta memperpanjang umur dan menambah rejeki dengan cara berdoa dan bersilaturahmi.
Bencana bisa kita ambil hikmahnya karena bisa jadi sebagai jalan turunnya berkah, maghfirah dan di tinggikannya derajat kita.
"Semoga korban tergolong mati Syahid dan Khusnul Khotimah," harapnya.
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menyampaikan terima kasih kepada warga Salem, TNI dan Polri serta relawan lainnya yang telah membantu dan bersinergi dalam penanganan bencana longsor.  
Dijelaskannya, lokasi longsor berdasarkan kajian Geologi harus direlokasi atau tidak bisa ditempati lagi. Untuk menempuh jalan ke Brebes ada tiga alternatif yang bisa lewat yakni dari desa Wanoja dengan jarak tempuh sekitar 7,2 Km menuju puncak Lio. Dari Desa Bangbayang Bantarkawung dan lewat Bumiayu.
Sedang untuk desa Capar dikategorikan aman, tidak relokasi cuman harus tetap waspada.
Idza meminta warga untuk bersabar, karena pemkab Brebes, provinsi dan juga pusat tidak tinggal diam. Selama ini memperhatikan penuh keinginan warganya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyerahkan bantuan kepada ahli waris korban  yang meninggal sebanyak 14 orang dan hilang 4 orang, masing masing Rp 2 juta.
Luka berat sebanyak 1 orang, sebesar Rp 1 juta. Dan luka ringan 33 orang, masing masing Rp 300 ribu. Bantuan tersebut bersumber dari Bank Jateng Cabang Brebes.
Secara pribadi bupati juga memberikan santunan kepada keluarga korban dan hilang masing masing Rp 1 juta sebanyak 18 orang dan bantuan paket sembako.
Sedangkan untuk bantuan rumah rusak bersumber dari Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan Siti Hardiyanti Rukmana Soeharto yakni untuk desa Capar dan Pasirpanjamg. Untuk yang roboh sebanyak 1 buah mendapat  Rp 3,4 Juta, rusak berat sebanyak 13 rumah masing masing Rp 2 juta, rusak
sedang sebanyak 7 rumah masing masing Rp 1 juta dan rusak ringan sebanyak 79 rumah masing masing  Rp 400 ribu.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Brebes Eko Andalas Muchti, Kasdim 0713/Brebes Arif Suhartono, Asisten 1 bidang pemerintahan dan sosial kemasyarakatan Sekda Brebes H Athoilllah, Kepala Dinkominfotik Johari, Camat Salem Apriyanto dan pejabat lainnya. gofar(r)
Share this article :