Home » , , » Dukung Operasi Ketupat Candi 2018 Pramuka Tegal Terjunkan Ratusan Anggota

Dukung Operasi Ketupat Candi 2018 Pramuka Tegal Terjunkan Ratusan Anggota

Written By suara rakyat on Tuesday, June 12, 2018 | 12:02 PM

Slawi,(suararakyattegal.com),- Upaya mendukung operasi kemanusian Ketupat Candi 2018 (OKC) dalam rangka Pengamanan Arus Mudik dan Balik Idul Fitri 1439 H, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tegal menerjunkan ratusan anggota Pramuka yang ditempatkan di titik rawan macet. Hal itu untuk mengemban tugas tugas penyeberangan di jalur padat di wilayah pantura dan selatan.
Ketua Kwarcab Tegal, dr H Widodo Joko Mulyono MKes, MM melalui Sekretaris Kwarcab, Djuliono, S.Sos mengatakan, penggelontoran personel Pramuka dalam Karya Bakti Pramuka Lebaran / Aksi Pramuka Peduli di back up oleh Unit Bantu Pertolongan Pramuka (Ubaloka),  Satuan Karya Pramuka (SAKA), Gugus depan dan Kwartir Ranting.
“Kami siap membantu Pengamanan Lebaran dan fokus menjalankan tugas kemanusiaan, seperti tahun-tahun sebelumnya. Dimana personel Ubaloka fokus siaga di Jalur Selatan tepatnya di fly over Klonengan dan pantura Kramat dan Suradadi,” Ujarnya kemarin.
Selain dari Ubaloka, lanjut Djuliono, petugas pengamanan di jalur selatan Klonengan juga dibantu oleh pramuka Penegak dari Kwarran yang berasal dari Dewan Kerja Ranting dan Ambalan Penegak serta Satuan Karya. “Kita juga dibantu DKR dan Penegak Pandega Kwartir Ranting setempat” ungkapnya
Ketua Pramuka Peduli, Drs H Waudin, M.Si didampingi Sekretaris Pramuka Peduli, Nurkhasan menambahkan, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tegal juga mendirikan posko Induk Karya Bakti Pramuka di Sanggar Pramuka Cabang, di Jalan KH Agus Salim kelurahan Kudaile. Hal ini untuk mempermudah jalur koordinasi dengan mereka yang diterjunkan dilapangan mulai H – 3 Lebaran.
“Posko induk diback up dari personil Pramuka Peduli, Ubaloka, Saka Bhayangkara, Saka Bakti Husada dan Saka Wirakartika. Selain sebagai koordinator dari pos yang ada, pos induk juga bertanggung jawab dalam pengamanan titik rawan macet wilayah Slawi dan sekitarnya, utamanya beberapa pasar tumpah seperti Banjaran, komplek pertokoan Slawi, Trayeman, dan Exit Tol Kalimati, Adiwerna," bebernya.
Dia mengakui, pendidikan kepramukaan sebagai salah satu pilar pendidikan kaum muda di Indonesia dituntut untuk dapat lebih berkontribusi secara nyata dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara. hms/tio
Share this article :