Home » , » Desa Cibentang Bantarkawung Kabupaten Brebes Krisis Air Bersih

Desa Cibentang Bantarkawung Kabupaten Brebes Krisis Air Bersih

Written By suara rakyat on Monday, July 9, 2018 | 11:07 PM

Bantarkawung,(suararakyattegal.com),- Warga Cimerak desa Cibentang kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes mengalami krisis air bersih untuk kebutuhan sehari hari seperti masak dan minum.
Akibat musim kemarau yang berkepanjangan ini, dan disebabkan pula oleh kwalitas air tanah atau air sumur yang kurang baik untuk di konsumsi, sehingga warga sulit mendapatkan air bersih. Melihat kebutuhan air bersih yang sangat penting itu, sehingga terpaksa harus membeli kebutuhan air bersih di penjual air bersih yang keliling dengan harga per satu jarigen di hargai Rp 5000, yang isinya kurang lebih 30 liter itu.
Untuk kebutuhan mandi dan mencuci kami (warga) menggunakan air sumur, tetapi untuk kebutuhan masak dan minum sehari-hari kami tidak bisa menggunakan air tanah yang ada, karena kwalitas air tersebut kurang baik untuk di konsumsi dan tidak bisa di minum.
Salah seorang warga desa Cimerak yang tidak mau di sebutkan namanya mengungkapkan, sudah lama kami dan warga di sini membeli air bersih untuk kebutuhan masak, minum, dan banyak juga warga di sini yang membeli air mineral kemasan galon untuk memenuhi dan mencukupi kebutuhan air minumnya.
"Untuk kebutuhan masak kami menghabiskan 2-3  jarigen dalam satu minggu", ungkapnya.
Air bersih tersebut di ambil dari salah satu sumber mata air yang ada di desa Jipang kecamatan Bantarkawung yang dijual ke warga desa Cimerak setiap satu minggu sekali, pungkasnya.
Menurut kepala desa Cibentang Napsin, air tanah yang ada di desa kami ini mengandung zat kapur yang cukup tinggi, oleh sebab itu warga di sini tidak berani untuk mengkonsumsinya, khususnya buat ke butuhan air minum dan masak, ungkap kepala desa, Senin (9/7) saat ditemui di tempat kerja nya.
"Karena terbatasnya air bersih, maka warga setempat membeli dari desa lain", terang Napsin.
Lanjut Napsin, untuk instalasi jaringan air bersih dari PDAM juga belum masuk ke wilayah desa Cibentang.
"Kami juga sudah mengupayakan dengan memanfaatkan sumber mata air yang ada di wilayah kami dengan cara swadaya mengalirkan air dari sumber mata air tersebut kerumah-rumah penduduk, tapi karena kondisi debit air yang kecil hasilnyapun tidak sesuai dengan yang kami harapkan", ungkapnya pula.
Kami juga berharap kepada dinas terkait khusus nya PDAM, untuk bisa secepatnya membangun jaringan instalasi air bersih ke wilayah desa kami, agar warga desa kami bisa memanfaatkan dan mencukupi kebutuhan air bersih tersebut, ujarnya. tri/imam(r)
Share this article :