Bangunan Penyangga Ambrol, Jembatan Sungai Erang Terancam Putus Total - suara rakyat
Home » , » Bangunan Penyangga Ambrol, Jembatan Sungai Erang Terancam Putus Total

Bangunan Penyangga Ambrol, Jembatan Sungai Erang Terancam Putus Total

Written By suararakyat on Tuesday, November 13, 2018 | 10:03 PM

Paguyangan,(suararakyattegal.com),- Kondisi Jembatan sungai Erang desa Ragatunjung kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes nyaris putus, pasalnya bangunan penyanggah dibawah jembatan mengalami longsor dan ambrol akibat dihantam banjir saat turun hujan lebat Minggu sore (11/11) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kepala desa Ragatunjung Masduki AM SE melalui Sekdes Ruswadiyono mengatakan, jembatan tersebut sudah berusia 20 tahun lebih melintas sungai Erang dengan ukuran 6x3 Meter tinggi 3 Meter dari permukaan air. Sungai itu sebagai sarana vital penghubung aktivitas tiga warga desa (Ragatunjung-Kretek- Cilibur) dan menuju pusat kota kecamatan, katanya saat ditemui diruang kerjanya Selasa (13/11) kemarin.

Dijelaskan Ruswadiyono, jembatan ini merupakan jalan kabupaten, tepatnya berlokasi di Dukuh Pojok, desa Ragatunjung, atau dilokasi tugu pembatas desa Ragatunjung-Kretek. Melihat insiden tersebut pihaknya bersama pihak pemdes Kretek telah membuat laporkan ke Pemda Brebes melalui Camat Paguyangan untuk mendapat penanganan.

Lebih lanjut diterangkan Ruswadiyono kondisi jembatan tersebut saat ini masih dapat dilewati namun beban berat kendaraan harus kurang dari 2,5 ton dan pengguna jalan ekstra hati hati, karena kondisi bangunan penyangga dibawah jembatan mengalami ambrol terkikis air sungai, dengan kondisi menggantung.
Pihaknya khawatir manakala kondisi jembatan tidak segera mendapat penanganan ataupun terjadi kembali sungai mengalami banjir maupun turun hujan lebat, maka sarana penghubung transportasi warga terputus total, terang Ruswadiyono.

Hal senada dikatakan Kades Kretek melalui Sekdes Edi Setiabudi SH, dirinya merasa prihatin melihat kondisi jembatan tersebut. Untuk penanganan sementara pihaknya akan segera melakukan musyawarah dengan lembaga desa dan tokoh masyarakat yang ada untuk bisa bergotong royong memperbaiki secara darurat, hal ini dilakukan karena jembatan itu juga dimanfaatkan oleh warga Kretek, terangnya.

Sementara Pj Camat Paguyangan Eko Purwanto SP mengakui adanya laporan dari pihak Pemdes Ragatunjung dan Kretek tentang kondisi jembatan yang nyaris putus, dan pihak kecamatan merespon laporan untuk langsung menindaklanjuti ke pihak Pemda Brebes.

Tambah Eko, sambil menunggu penanganan dari pihak terkait dirinya meminta kepada Pemdes setempat untuk segera membuat tulisan tanda peringatan bagi pengguna jalan, termasuk beban berat kendaraan yang dilarang melewati jembatan tersebut, tandasnya. imam(r)
Share this article :