Jembatan Sungai Karut Paguyangan Brebes Terancam Ambruk - suara rakyat
Home » , , » Jembatan Sungai Karut Paguyangan Brebes Terancam Ambruk

Jembatan Sungai Karut Paguyangan Brebes Terancam Ambruk

Written By suararakyat on Tuesday, December 25, 2018 | 11:09 AM

Paguyangan,(suararakyattegal.com),- Warga di Tiga pedukuhan desa Kedungoleg kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes terancam hambatan dalam melakukan aktivitas perekonomian dan pendidikan, pasalnya sebuah sarana jembatan penghubung diatas sungai Karut tepatnya di lokasi barat tapal batas pedukuhan Rt 01/06 Cigobang kondisi bangunan tembok sepanjang 8 Meter sebagai penyangga/penahan jembatan mengalami retak retak. Bangunan bagian dasar sungai ambrol terkikis dan hanyut terbawa air sungai sepanjang 4 Meter akibat banjir besar.

Kepala desa Kedungoleng Salim Usman menerangkan, jembatan dengan ukuran 15x5 Meter merupakan sarana vital bagi warganya di tiga pedukuhan (Cigobang, Cibeler dan Kedawung) untuk menuju pusat desa maupun kecamatan Paguyangan. Selain itu juga sarana tersebut sebagai jalan alternatif menuju desa Pruwatan kecamatan Bumiayu, katanya saat berada diruang kerjanya baru baru ini.

Lebih lanjut Salim menjelaskan, kondisi jembatan tersebut terjadi akibat dihantam derasan air sungai disaat hujan lebat mengguyur di wilayahnya pada satu pekan lalu yang bersamaan waktu kejadian bencana alam di Rt 01/07 tebing setinggi sekitar 10 Meter diatas aliran sungai Danu, dan mengalami longsor sepanjang 8 Meter. Dari musibah itu, sebuah rumah warga dengan menyisakan halaman bekakang 6 Meter dari tepi tebing nyaris terancam terbawa longsor.

Dikatakan Salim, semua kejadian bencana alam di Dua titik lokasi di desanya telah dilapokan ke Pemda Brebes. Melalui Camat Paguyangan agar secepatnya mendapat perhatian terutama jembatan yang harus mendapat perhatian serius.
"Saya menghimbau kepada warga khususnya pengguna jalan yang melalui jembatan, diminta agar berat kendaraan memuat barang maksimal 5 ton", jelasnya.

Sementara upaya penanganan jembatan dan tebing longsor pihak Pemerintah desa (Pemdes) belum dapat berbuat banyak, karena tidak ada anggaran yang dimiliki. Dan Pemdes hanya menunggu respon serta perhatian dari Pemerintah. imam(r)
Share this article :