Lembaga Masyarakat Desa Hutan Kecamatan Bantarkawung Brebes Ikut Bantu Pemerintah - suara rakyat
Home » , » Lembaga Masyarakat Desa Hutan Kecamatan Bantarkawung Brebes Ikut Bantu Pemerintah

Lembaga Masyarakat Desa Hutan Kecamatan Bantarkawung Brebes Ikut Bantu Pemerintah

Written By suararakyat on Tuesday, July 2, 2019 | 8:35 PM

Bantarkawung,(suararakyattegal.com),- Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Karya desa Jipang kecamatan Bantarkawung kabupaten Brebes, dalam rangka membantu Pemerintah Daerah (Pemda) Brebes untuk upaya mensukseskan Program Gerakan Kembali Bersekolah dengan mewujudkan sebuah wahana wisata pendidikan di lokasi kaki bukit Gunung Geulis desa Jipang tepatnya di petak 37 lahan hutan pinus milik negara seluas 2 Hektar dan 20 Hektar untuk kegiatan agroforestri digarap hanya bermodalkan semangat.

Lokasi menuju Wisata tersebut hanya ditempuh jarak sejauh 2,5 Km dari pusat ibukota kecamatan Bantarkawung itu bernama Gunung Geulis Learning Centre (GGLC) kini sudah mulai dimanfaatkan maupun dikunjungi oleh masyarakat lokal dan luar daerah.

Ketua LMDH Wana Karya desa Jipang sekaligus penggagas Estu Susilo mengatakan, dasar pembangunan ini antara lain memanfaatkan potensi hutan yang digagas oleh LKMD sejak tahun 2004 lalu, dengan melihat bentuk keprihatinan terhadap kondisi sosial masyarakat sekitar hutan secara umum. Masyarakat pinggiran hutan adalah masyarakat miskin, masyarakat bodoh dan masyarakat terbelakang, hal ini disampaikan Ketua LMDH Estu Susilo saat ditemui disela sela kunjungan liburan murid SD di lokasi Wisata, belum lama ini.

Dikatakan Estu, sebagai target wahana tersebut pengadaan ruang kelas (kejar paket B dan C), gedung pertemuan, restorasi, sekretariat, galeri home industri, bumi perkemahan, intigritid farming sistem (pertanian, perikana , peternakan dan kehutanan ), serta playing kids. Namun dengan bermodalkan semangat pergerakan gotong royong para tim/anggota LMDH setempat  baru mewujudkan ruang kelas 2 lokal, mushola, toilet, aula, sekretariat, ruang Keamanan, wahana bermain (permainan tradisional, plyingfox, gardu pandang, taman) los warung khusus masyarakat kurang mampu, lahan seluas 15 Hektar sebagai kebun tanaman sereh wangi, 1 unit pabrik pengolahan sereh wangi, ujarnya

Menurutnya dalam perjalanan pembangunan wisata GGLC. Ini hanya bermodalkan semangat dan keyakinan GGLC mulai di sentuh tanggal 11 Nopember 2018, lahan yg isinya belukar dan tidak ada yg datar, mulai di olah diawali dengan gerakan kerja bakti setiap hari minggu selama 7 bulan secara swadaya dengan harapan ke depan wahana wisata ini bisa dikonotasikan pada dunia pewayangan alias kawah candra di muka. GGLC tempat menempa kaum-kaum sudra menjadi kaum bangsawan, GGLC tempat menempa generasi muda menjadi Gatotkaca yang siap membela kebenaran dan siap menjadikan masyarakat sejahtera, berpola fikir maju, menjungjung tinggi agama, budaya dan jiwa tepo seliro, ungkap Estu.

Sementara Wakil Ketua DPRD Brebes H Sudono SH mengapresiasikan ide gagasan tersebut agar dapat berkembang dan ditiru oleh LMDH lain yang bermitra dengan Perhutani untuk memanfaatkan potensi lahan di wilayah hutan. imam(r)
Share this article :