Home » , , » Aksi Demo Penolakan Pembangunan Waduk di Bantarkawung Brebes Berjalan Kondusif

Aksi Demo Penolakan Pembangunan Waduk di Bantarkawung Brebes Berjalan Kondusif

Written By suararakyat on Sunday, December 8, 2019 | 11:59 PM

Bantarkawung,(suararakyattegal.com),- Mobil dinas Bupati Brebes Pajero Sport berwarna hitam bernopol G 1 dan satu mobil  dinas lainnya yang sedang parkir di halaman masjid di lingkungan kantor kecamatan Bantarkawung kondisi keempat ban rodanya mengalami kempes yang diduga adanya kekecewaan para aksi penolakan pembangunan waduk di wilayah kecamatan Bantarkawung. Sabtu (7/12) kemarin.

Insiden aksi penolakan tersebut terjadi sebelumnya masyarakat mendapatkan info adanya bupati Brebes akan hadir di acara soalialisasi anggaran dana desa (DD) di kecamatan Bantarkawung dan beberapa saat Bupati dan rombongan tiba memasuki pintu gerbang, kemudian disusul oleh ratusan aksi memasuki halaman kantor kecamatan Bantarkawung sambil berorasi dengan membawa poster/spanduk berbagai tulisan tuntutan penolakan pembangunan waduk.

Selanjutnya, sumber pelaksanaan agenda sosialisasi DD dihentikan karena Bupati langsung menghadapi para aksi dan beraudiensi di salah satu ruangan, namun audensi belum mencapai kesepakatan, bupati meninggalkan forum dan menuju ke kendaraannya dengan pengawalan ketat dari pihak Polisi maupun TNI hingga berhasil meluncur meninggalkan Bantarkawung untuk kembali ke Brebes.

Arief Awakudin SPd selaku korlap aksi mengatakan, aksi ini yang kedua kalinya dan kali ini aksi bisa langsung berhadapan dengan pimpinan daerah untuk menyampaikan penolakan kajian dan pembangunan waduk. Pihaknya yang mewakili masyarakat meminta kepada Bupati untuk bisa menandatangani pernyataan penolakan dari masyarakat sebagai dasar hukum agar rencana pembangunan waduk dibatalkan, agar dikemudian hari tidak ada lagi muncul wacana pembangunan waduk tersebut, ujarnya.

Lanjut Arief, para aksi merasa kecewa audiensi belum mendapat kesepakatan Bupati bergegas keluar dari forum, sehingga surat pernyataan penolakan dari masyarakat belum mendapat respon/ditandatangani dengan alasan terlebih dahulu akan dipelajari dan dilanjutkan masalah ini ke Gubernur Jawa Tengah, katanya.

Aksi yang sempat memanas,  terjadi dorong mendorong dengan aparat dan membakar ban bekas, namun semua berlangsung aman dan kondusif, para aksi kembali pulang dengan meninggalkan halaman kecamatan secara tertib. imam(r)
Share this article :