Home » , » Tunaikan Puasa Ramadhan di Tengah Keprihatinan

Tunaikan Puasa Ramadhan di Tengah Keprihatinan

Written By suararakyat on Thursday, April 30, 2020 | 12:04 PM

Paguyangan,(suararakyattegal.com),- Ramadhan yang dirindukan telah datang. Bulan istimewa yang penuh berkah melimpah, pahala yang berlipat ganda dan penuh dengan ampunan. Bulan Ramadhan pun menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga, dari mulai menyantap sahur, beribadah bersama hingga merasakan nikmatnya berbuka.

Namun suasana Ramadhan kali ini, jauh berbeda dengan suasana Ramadhan sebelumnya. Tantangan menunaikan  Ramadhan di tahun ini tidak hanya sekadar menahan rasa haus, lapar dan hawa nafsu belaka. Akan tetapi, perlu bekal kesabaran dan perjuangan dalam menghadapi wabah Covid-19.

Sejak Indonesia dilanda wabah Covid-19. Pemerintah mulai memberlakukan stay at home. Pemberlakuan ini tentu berdampak pada sebagian besar rakyat Indonesia, mereka mulai kehilangan pekerjaan sekaligus pendapatannya. Di sisi lain potret negara semakin memburuk dan memprihatinkan.

Angka kematian karena Covid-19 semakin bertambah, angka perceraian semakin meningkat, aksi kriminalitas semakin parah pasca napi dibebaskan, bahkan aneka hoaks bertebaran di jagat maya. Baru-baru ini banyak media yang mengangkat berita tentang rakyat yang kelaparan, baik itu kasus pencurian ataupun kasus kematian karena kelaparan.

Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Di bulan ini , Allah memerintahkan kewajiban untuk berpuasa. Puasa bisa dijadikan sebagai amunisi untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik, menuju perubahan kehidupan yang diatur oleh aturan Sang Pencipta.

Sebab, bagi seorang Muslim, kewajiban yang dibebankan Allah kepada hambanya tidak hanya sekadar berpuasa dan menjalankan shalat wajib saja. Akan tetapi, banyaknya kewajiban itu harus dilaksanakan oleh individu maupun negara. Oleh karena itu, patut disadari bahwa Ramadhan adalah gerbang menuju ketakwaan secara totalitas kepada Allah SWT.
Menurut Hj Tri Murdiningsih MPsi yang merupakan Anggota Fraksi PDIP Kabupaten Brebes mengatakan, bagi individu Muslim, jadikanlah Ramadhan sebagai jalan untuk menyempurnakan ketaatan kepada hukum-hukum Allah. Mulai istiqamah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Selain itu, harus tetap bersabar di tengah wabah dan senantiasa berdoa agar segara dilenyapkan wabah ini oleh Allah SWT.

Sedangkan bagi negara khususnya para pemangku kebijakan, jadikanlah Ramadhan sebagai momentum untuk muhasabah bersama sekaligus mengubah tatanan kehidupan untuk mewujudkan takwa secara totalitas. Ketakwaan yang dibingkai dalam sistem shahih yang diturunkan Allah SWT, yaitu sistem Islam.

Semoga menunaikan Ramadhan di tahun ini, menjadi momentum perubahan seluruh kaum Muslimin baik di Indonesia maupun dunia untuk menerapkan aturan Allah secara menyeluruh. Sehingga akan mudah untuk memutus rantai problematika umat yang menambah karut marut kehidupan, harap Tri Murdiningsih yang pribumi Paguyangan. imam(r)
Share this article :