Home » , , » Gugah Kreatif Seniman, OTB Banyak Disawer

Gugah Kreatif Seniman, OTB Banyak Disawer

Written By suararakyat on Saturday, July 4, 2020 | 11:34 AM

Tegal, (suararakyattegal.com) - Rasa kepedulian dan terenyuh akibat dampak Virus Covid- 19, kelompok OTB (Obrolan Tanpa Bingkai) laris manis disawer.

OTB yang didirikan dua orang gemar seni yakni, Retno Kusrini dan Apas Khafasy mampu hadirkan kreatif kepedulian.

Dampak buruk pandemi bukan hanya pengaruhi lini ekonomi, namun pengaruhi sisi psikologi manusia mulai dari rasa pasrah, malas berkarya dan kekhawatiran.

Beberapa hal tersebutlah lantas gugah jiwa kepedulian dengan membentuk OTB, dimana OTB itu  diawali seputar gugah kreatif kawan-kawan seninya agar tidak pasrah dengan pandemi tetap berkarya kreatif dan berharap dapat lebih kreatif mandiri untuk mendapatkan pundi-pundi penghasilan keluarganya.

"Jujur kami merasa sedih, terenyuh melihat kawan-kawan seniman yang tampak pasrah dan mati gaya akibat Covid-19, dengan segala daya upaya dan keberanian kami mencoba bikin pergerakan kecil tanpa harus meninggalkan himbauan protokol kesehatan agar mereka sadar, bahwa situasi seperti ini jangan sampai membunuh karya," terang Retno Kusrini.

Hal tersebut dibenarkan partner kerjanya, Apas Khafasy.

Teknik mekanikal serta tujuan kegiatan OTB, menurutnya, hanya sebagai wadah gendu-gendu rasa, menumpahkan isi hati yang selanjutnya dapat didengar dan terperhatikan pemerintah, sehingga dapat berjalan lebih baik lagi. kegiatan OTB di selingi seni musik dan puisi.

"Saya kira obrolan biasa yang kami kemas dengan seni musik dan puisi tipis-tipis tidak akan menarik dan membosankan, saya sempet tidak percaya diri tapi ternyata alur perjalanan awal tersebut berjalan lancar dan selanjutnya kami dapat pesanan untuk ngobrol dan berkesenian. Untuk lokasi kegiatan sesuai reques penyuka OTB baik di Cafe, lapangan, rumah dan lainnya," jelas Retno.

Sementara Apas Kasafy menambahkan, obrolan dalam acara OTB tidak berbatas. Bincang tersebut terkadang lepas dari tema, bahkan sempat nyentil pemerintah.

Terutama para pengusaha kuliner,  akibat pandemi banyak yang gulung tikar tak mampu melanjutkan usahanya, bahkan rentan bangkrut, kata mereka berkat OTB unek-unek mereka tersalurkan minimal ganjalan hatinya terluap meski entah pemerintah mendengarnya atau tidak.

"Kami sih mewajarkan namanya juga OTB alias Obrolan Tanpa Bingkai jadi benar-benar tidak berbingkai, tidak berbackground dan alami," pungkas Apas. dn(r)
Share this article :