Home » , , » Akhmad Shaomy Nugroho ST : Penyediaan Listrik Desa, Untuk Wujudkan Desa Yang Berenergi Bersih

Akhmad Shaomy Nugroho ST : Penyediaan Listrik Desa, Untuk Wujudkan Desa Yang Berenergi Bersih

Written By suararakyat on Wednesday, October 21, 2020 | 12:47 PM


Semarang,(suararakyattegal.com),- Permasalahan penyediaan listrik desa untuk mewujudkan desa berenergi bersih dan terbarukan tercantum pada pasal 6 ayat 1 huruf b peraturan menteri desa PDTT RI no.13 Tahun 2020 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2021 yang menyebutkan sarana / prasarana energy adalah salah satu sector strategis nasional dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang menjadi prioritas untuk dibiayai oleh Dana Desa (DD) selain Jaringan Pengaman Sosial / JPS, Desa aman pandemi Covid 19.


Hal ini disampaikan Akhmad Shaomy  Nugroho ST selaku tenaga Ahli Madya Infrastruktur Desa Propinsi Jawa Tengah di sela sela pelayanan konsultasi dari beberapa pihak terkait Permedes No 13 Tahun 2020 tentang prioritas penggunaan DD tahun 2021 di Semarang, Selasa (20/10).

Diterangkan Shaomy, Kementerian desa PDTT  melalui Permendes No.13 Tahun 2020 juga membagi menjadi 8 tipologi desa dan 18 tujuan SDG’s Desa / tujuan pembangunan berkelanjutan desa, dimana desa berenergi bersih dan terbarukan masuk pada tipologi nomer 4 yaitu desa peduli lingkungan.

"Adapun kegiatan Penyediaan listrik Desa  tersebut diantaranya : pembangkit listrik tenaga mikrohidro, pembangkit listrik tenaga biodiesel, pembangkit listrik tenaga matahari, pembangkit listrik tenaga angin, instalasi biogas, dan jaringan distribusi tenaga listrik (bukan dari Perusahaan  Listrik Negara)", terang Shaomy yang tinggal di Lebaksiu Slawi kabupaten Tegal.

Dikatakan Shaomy, untuk mewujudkan penyediaan listrik desa  sesuai dengan kewenangan desa dan diputuskan dalam Musyawarah Desa.


Menurut Shaomy, di provinsi Jawa Tengah, dari sejumlah 7809 desa sepenuhnya sudah teraliri listrik oleh PLN dengan baik. Hanya saja terkait dengan maraknya pembangunan destinasi wisata dengan memanfaatkan potensi alam berupa hutan, perbukitan dan areal persawahan yang sulit dijangkau oleh jaringan distribusi listrik PLN maka memungkinkan untuk kemudian penyediaan listrik desa dengan memanfaatkan energy bersih terbarukan bisa dilakukan dengan layanan Solar home system / system penyedian listrik tenaga matahari skala kecil menjadi alternative dengan biaya murah, ujarnya.

Lanjut Shaomy, dalam rangka menjawab hal tersebut selain  penyediaan listrik  solar home system juga bisa digunakan untuk melayani masyarakat ketika di pasang di fasilitas fasilitas milik pemdes seperti PAUD, Polindes, atau fasilitas Pemdes lainnya yang membutuhkan sumber energi listrik bersih dan terbarukan.

Shaomy menjelaskan, penyediaan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya / PJUTS juga menjadi salah satu contoh kegiatan yang bisa dilakukan dalam rangka mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan / SDG’s melalui program tersebut mengingat masih banyak desa dengan kondisi akses jalan sangat gelap apabila malam hari, jelasnya.

Paling tidak program tersebut dapat menggeliatkan aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat tidak hanya di waktu siang hari saja tetapi termasuk kegiatan ekonomi masyarakat di waktu malam hari, sekaligus dengan akses jalan desa yang terang juga dapat meminimalisir adanya tindak kejahatan di desa, pungkas Shaomy. imam(r)
Share this article :