Home » , » Dinas Segera Layangkan Surat Teguran dan Ancam Sanksi ke Klinik Rahma

Dinas Segera Layangkan Surat Teguran dan Ancam Sanksi ke Klinik Rahma

Written By suararakyat on Monday, October 12, 2020 | 5:55 PM


Tegal, (suararakyattegal.com) - Buntut permasalahan pembangunan pot bunga permanen yang dibangun tepat di tengah trotoar depan Klinik Utama Rahma, dinas bakal layangkan surat teguran dan ancam sanksi bahkan pidana bagi pemilik Klinik Utama Rahma. 


Hal tersebut disampaikan, Kepala Bidang Jalan dan Trotoar, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (PPK 1.3) di Kabupaten Tegal,  Untung melalui Ka TU, Arif saat ditemui di katornya, belum lama ini.

Arif menjelaskan, bagi siapa saja yang hendak membangun atau mendirikan sesuatu di median jalan atau trotoar, meskipun itu tujuannya untuk mempercantik kota atau kabupaten, minimal harus ada koordinasi (izin). Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen PUPR No 20 Tahun baru 2014).

"Kami segera layangkan surat teguran ke pemilik klinik yang membangun pot bunga di atas median trotoar yang diduga mengganggu hak pejalan kaki, kami minta segera dibongkar (dikembalikan seperti semula), sebab jika tidak diindahkan kami bisa saja melaporkan ke pihak berwajib dan pemilik klinik tersebut bisa kena sanksi, bahkan bisa dipidanakan," tegas Arif.

Menurut Arif, ada aduan informasi masuk ke dinas, bahwa bangunan pot besar dan permanen tersebut, diduga tidak mengantongi izin dan dinilai mengganggu masyarakat, khususnya hak pejalan kaki yang hendak melintas di situ.

"Harus ada izin terlebih dahulu, namun jika diketahui bangunan tidak sesuai bahkan mengganggu pejalan kaki, maka kami minta bongkar," tegasnya.

Sementara pemberitaan sebelumnya, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Umum (PSU) Perkimtaru, Kota Tegal, Ir Daryati, melalui Kasi Pertamanan dan Pemakaman, Eva mengatakan, kalau pun ada izin, pembangunan pot tersebut tidak dibenarkan, karena dinilai mengganggu hak pejalan kaki yang hendak lewat kesitu dan itu bisa dibongkar.

"Kami ada program mempercantik kota, yakni melakukan pembaharuan dengan median di atas trotor jalan nasional, dan itu pun kami tetap koordinasi (izin)," ujarnya.

Sementara pemilik Klinik Utama Rahma, Dr. Parjito, SpOG yang diduga menyuruh tukang untuk membangun pot tersebut, melalui Karyawannya, Iin mengaku, bahwa bangunan pot itu dibangun atas inisiatif sendiri (Dr. Parjito_Read).

Menurut Iin, hal itu dilakukan alasannya agar di atas trotoar tersebut tidak digunakan untuk tempat berjualan para pedagang.

"Kata pak dokter, jika memang tidak diperbolehkan bangun pot seperti itu, ya nanti akan kita bongkar. Namun kami siap bongkar jika ada teguran dari pemerintah atau yang punya kewenangan," pungkasnya. (her) 
Share this article :