Home » , , » Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tempe di Kecamatan Bumiayu Terancam Gulung Tikar

Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tempe di Kecamatan Bumiayu Terancam Gulung Tikar

Written By suararakyat on Thursday, January 7, 2021 | 8:58 AM


Bumiayu, (suararakyattegal.com),- Harga kedelai yang melambung tinggi di tengah pandemi covid 19 sangat dirasakan oleh pengrajin tempe di kecamatan Bumiayu kabupaten Brebes. Mereka pun berupaya menyiasati kondisi ini, guna mempertahankan usaha dan memuaskan konsumennya.


Alfiah (58), salah seorang pengrajin tempe murni kedelai di RT 03 RW 07 desa Bumiayu mengaku, usahanya mulai goyah sejak awal pandemi Covid-19, ditambah saat ini harga kedelai melonjak tinggi.


“Biasanya habisnya 40 kg per-hari, sekarang cuma 20 kg itupun terancam gulung tikar, pasalnya tidak bisa mendapat keuntungan yang diharapkan untuk memenuhi biaya proses pembuatan produksi maupun  kebutuhan hidup keluarga, ujarnya saat ditemui didapur proses produksi tempe Rabu 6/1. 


Alfiah menuturkan, saat ini harga kedelai hampir mencapai Rp 920.000 per-kwintal. Kedelai yang sebagai bahan dasar murni tempe buatannya ini, dibeli dari distributor yang masih satu desa dengannya.


“Sebelum naik, per-kwintal sekitar 700.000, dan masih harga normal, namun awal Desember 2020 kemarin udah mulai naik, dan melonjaknya harga kedelai ini sangat dirasakan pengrajin tempe pada awal Januari 2021,” terang Alfiah.


Dikatakan Alfiah , meskipun mahal, stock kedelai di distributor sendiri selalu stabil. Mahalnya harga kedelai pun membuat dirinya dan para perajin tempe sekitar berupaya untuk menyiasati kondisi ini.


“Dengan kenaikan harga kedelai namun tidak menjadi masalah kalau memang harga kedelai itu naik dan yang bisa dilakukan kita sebagai pengrajin tempe bagaimana kita menyiasatinya? kalau harga kedelai naik ya kita jual tempe juga naik, kalau harga tetap ya ukuran tempenya dikecilin,” kata Alfiah 


Lanjut Alfiah, proses pembuatan tempe sendiri memakan waktu hingga 3 hari. Konsumennya mayoritas adalah pedagang sayur keliling diluar desa pungkasnya. imam(r)

Share this article :