Home » , » dr Hendro : Saya Percaya Hasil Riset Triandono "si Bocah Angon" Buah Maja Bisa Sembuhkan Covid-19

dr Hendro : Saya Percaya Hasil Riset Triandono "si Bocah Angon" Buah Maja Bisa Sembuhkan Covid-19

Written By suararakyat on Tuesday, June 1, 2021 | 12:06 AM


Tegal,(suararakyattegal.com),- Seorang warga Kota Tegal, Tri Andono yang berprofesi sebagai Asisten Masinis PT KAI yang tugas pokoknya mencatat kejadian selama perjalanan ke dalam laporan kereta api, telah sembuhkan ibu dan tiga rekan kerjanya dari Covid-19.

Menurutnya, berawal dari mimpi yang dialami olehnya, pada 28 Febuari 2020, tepat dua hari sebelum kasus awal pandemi Covid-19 di Indonesia.

Dirinya mendapat petunjuk, bahwa obat Covid-19 adalah Buah Maja. Kemudian dari petunjuk tersebut, berlanjut untuk bekerja sama melakukan riset laboratorium farmasi di Politehnik Harapan Bersama (Poltek Harber) Tegal dengan Heru Nurcahyo S.Fam M.Sc Apt dan Joko santoso M.Fam. pada 9 Maret 2020 lalu.

Seperti tugas dari Si Bocah Angon atau anak gembala yang suka melakukan perjalanan sambil menulis dengan ranting dan daun kering atau pena dan kertas yang tercatat dalam uga wangsit Prabu Siliwangi.

Setelah itu beliau juga melakukan uji klinis pada pasien Covid-19 atas ijin dari pihak poltek dan dokter klinik kesehatan Stasiun Tegal pada tiga orang teman kerja nya yang terpapar Covid-19 dan ibu kandungnya.

Selama perjalanan riset, sudah dua kali Tri Andono telah melakukan kontak erat langsung dengan pasien Covid-19 tersebut, hingga sempat tak sengaja satu ruangan kerja dengan teman kerjanya yang terpapar Covid-19 tanpa menggunakan masker.

Bahkan saat beliau merawat ibunya yang positif Covid-19, dirinya sempat mengirim makanan kepada ibunya tanpa menggunakan masker.

"Tiga rekan kerja dan ibu kandung saya sembuh, dan di tempat kerja saya juga diswab hingga dua kali dan hasil Swab PCR test dinyatakan negatif Covid-19 hingga sekarang," pungkas Tri Andono.

Sementara, dr Hendro Yuwono yang bertugas di klinik kesehatan PT KAI Kota Tegal secara tidak langsung mengakui, bahwa Tri Andono telah menyembuhkan ibunya dan tiga orang temannya yang terpapar Covid-19.

dr Hendro mengakui, Tri Andono telah kontak erat langsung dengan para pasien tetapi setelah di test PCR Swab Tri Andono dinyatakan negatif Covid-19 oleh pihak puskesmas Tegal Barat dan oleh Laboratorium Cito Kota Tegal.

"Saya percaya, bahwa apa yang telah diriset Tri Andono bahwasanya buah yang bisa menyembuhkan Covid-19, yakni buah Maja," ujar Hendro, saat cerita dengan Tri Andono, belum lama ini.

Sisi lain, dari hasil riset beberapa waktu lalu, oleh pihak Poltek Harapan Bersama Tegal, Kepala laboratorium farmasi, Joko Santoso M.fam menyatakan, bahwa buah Maja berkhasiat sebagai :
1. Penguat sistem kekebalan tubuh atau sistem imun.
2. Pembunuh virus dan bakteri.
3. Regenerasi sel yang telah rusak oleh virus.

Sedangkan, menurut Joko, kandungan dari buah maja terdiri dari flavanoid dan tanin yang sudah teruji mampu membunuh bakteri dan virus.

Dengan demikian pihak Tim peneliti juga semakin percaya, bahwa wangsit obat Covid-19 adalah Buah Maja sesuai dengan hasil uji klinis dan laboratorium poltek fakultas farmasi.

"Untuk obat dari alam (jamu) tanpa melalui proses kimia tidak perlu ijin dari BPOM," ungkap Joko.

Sementara, pengakuan dari seorang petugas BPOM, Eny mengatakan, hanya obat yang diproses teknis kimia yang diawasi dan perlu ijin dari BPOM.

"Namun, proses pemanfaatan Buah Maja secara langsung digunakan/konsumsi tidak melebihi batas tiga hari setelah dipetik dari pohonnya, itu tidak dalam pengawasan BPOM," ungkap Eny.

Adapun, terkait pasien Covid-19 yang tidak percaya bisa menghubungi dr Hendro Klinik Kesehatan PT KAI Tegal atau kepada Joko Santoso M.fam.

Kemudian pasien Covid-19 yang membutuhkan Buah Maja bisa menghubungi Tri Andono untuk mencarinya di seluruh Nusantara.

Karena pada dasarnya warisan peninggalan Kerajaan Majapahit  yang tersisa adalah buah Maja atau buah obat yang mengandung Vitamin A, Vitamin C, Flavonoid, Tanin, Protein, Alkaloid Wagner dan Saponin.

Sedang untuk cara konsumsi, langsung tanpa campuran bahan kimia, seperti halnya yang dilakukan tentara kerajaan Majapahit satu sendok dikunyah/mamah dan telan.

Setelah itu, pasien bisa melakukan gerakan seperti olahraga, lari, joging atau melakukan gerakan sholat (ibadah orang muslim) untuk mengaktifkan dzat Saponin untuk menghasilkan gelembung yang dapat mengikat  virus dan bakteri.

Seperti halnya riset tentang gerakan sholat sudah diteliti oleh staf Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dr Sagian Mkes SpB, fungsi dari sholat adalah untuk mempercepat peyebaran dzat atau sari makanan dan minuman ke seluruh tubuh manusia. Tio(r)

Share this article :